Lingkungan hidup merupakan tempat tinggal dan tempat bertahan hidup bagi seluruh mahkluk hidup baik manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi. Lingkungan hidup selalu berada dalam keadaan yang seimbang dengan berbagai macam senyawa yang terkandung didalamnya sehingga segala yang dibutuhkan oleh makhluk hidup tersedia dengan baik. Akan tetapi, lingkungan hidup sangat rentan terhadap kerusakan baik disebabkan oleh proses alam seperti gunung meletus maupun disebabkan oleh ulah manusia sendiri akibat pengelolaan lingkungan yang kurang baik.

Kerusakan lingkungan paling sering terjadi akibat ulah manusia sendiri. Jika kita masih mengingat kejadian tahun 2015 lalu di Pekan Baru, Riau, telah terjadi kebakaran hutan secara besar-besaran yang mengakibatkan hampir seluruh pulau Sumatera dan sekitarnya tertutup kabut asap yang tebal. Pencemaran tersebut telah merugikan banyak pihak selain banyaknya hewan yang kehilangan tempat tinggal, kehidupan manusia yang terkena kabut asap juga terancam karena banyaknya korban yang mengalami gangguan pernafasan. Untuk itu, diperlukan suatu upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Menanggapi kejadian tersebut, pada tanggal 9 November 2015, Program Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (DMAS) Universitas Syiah Kuala mengadakan seminar lingkungan mengenai AMDAL bersama Anwar Hadi dari BAPPENAS. Pada acara tersebut, beliau membahas peraturan-peraturan mengenai Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah diatur oleh Pemerintah Indonesia dan pentingnya menjalankan AMDAL dikehidupan sehari-hari. Acara seminar tersebut ditutup dengan beberapa penjelasan secara detail dan juga saran bagaimana cara mengambil sampel yang berasal dari lingkungan yang sesuai dengan standar ISO baik sampel di udara, di air maupun di tanah.

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya